Beranda > Ngaji, Tabligh > Menyikapi Pemimpin yang Lalim

Menyikapi Pemimpin yang Lalim

Kepemimpinan adalah suatu keniscayaan. Sebuah komunitas masyarakat tanpa pemimpin, hampir dipastikan akan terjadi kekacauan. Di saat-saat ini kita amat merindukan kehadiran seorang pemimpin yang mampu melindungi, mengayomi, mengatur, menyejahterakan dan melayani terhadap orang-orang yang dipimpinnya. Pemimpin adalah naungan Allah, dan ke sanalah orang-orang teraniaya berlindung.

Rasulullah SAW. bersabda:

السُّلْطَانُ ظِلُّ اللهِ فِيْ أَرْضِهِ يَأْوِيْ إِلَيْهِ الْمَظْلُوْمُوْنَ

Pemimpin adalah naungan Allah yang ada di bumi-Nya, kepadanya orang-orang teraniaya berlindung.

Dan, hari-hari pemimpin yang adil lebih baik dari 60 tahun melakukan amalan ibadah. Rasulullah SAW. bersabda :

يَوْمٌ مِنْ سُلْطَانٍ عاَدِلٍ أَفْضَلُ مِنْ عِبَادَةِ سِتِّيْنَ سَنَةً

Sehari bagi pemimpin yang adil adalah lebih utama daripada ibadah selama 60 tahun.

Sebagai rakyat, kewajiban kita adalah menyerahkan loyalitas kepatuhan. Jika pemimpin telah berjalan di garis yang benar, kita dukung. Jika melenceng dari garis aturan, kita ingatkan, tentunya dengan retorika dan tatacara yang baik. Bukan dengan hujatan dan maki-makian.

Dikisahkan bahwa Sultan Harun ar-Rasyid pernah ditegur oleh seseorang dengan cara yang sangat kasar dan tidak sepatutnya. Sang Sultan terdiam sesaat, kemudian balik menasehati, “Bagaimana Anda menegurku dengan cara yang kasar seperti itu? Nabi Musa yang jauh lebih baik daripada Anda, ternyata memberikan teguran yang halus pada Fir’aun, yang jauh lebih jahat daripada aku”
Dalam sebuah riwayat hadits qudsi, Allah melarang hamba-Nya menghujat dan mengumpat para pemimpin. Allah berfirman :

أَنَا الْمَلِكُ وَقُلُوْبُ الْمُلُوْكِ بِيَدِيْ , فَمَنْ أَطَاعَنِيْ جَعَلْتُهُمْ عَلَيْهِ نِعْمَةً , وَمَنْ عَصَانِيْ جَعَلْتُهُمْ عَلَيْهِ نِقْمَةً , فَلاَ تُشْغِلُوْا أَنْفُسَكُمْ بِسَبِّ الْمُلُوْكِ , وَسَلُوْنِيْ أُعَطِّفْ قُلُوْبَهُمْ عَلَيْكُمْ .

Akulah Raja, dan hati para penguasa berada dalam kekuasaan-Ku. Maka barangsiapa yang taat pada-Ku, maka akan Aku jadikan para penguasa itu sebagai nikmat atasnya, dan barangsiapa mendurhakai-Ku, maka akan aku jadikan mereka sebagai siksa atasnya. Maka janganlah kalian menyibukkan diri dengan menghujat para penguasa. Mintalah pada-Ku, maka Aku akan lunakkan hati mereka atas kalian.

Rasulullah juga menganjurkan pada umatnya untuk senantiasa memperlakukan baik terhadap para pemimpin, meski bertindak lalim. Dalam sebuah hadits diriwayatkan,

وَلَمَّا ذَكَرَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُمَرَاءَ الْجُوْرِ وَقِيْلَ لَهُ أَفَلاَ نُنَابِذُهُمْ يَا رَسُوْلَ الله ؟ قَالَ لاَ , مَا أَقَامُوْا فِيْكُمْ الصَّلاَةَ وَقَالَ إِنْ أَحْسَنُوْا فَلَكُمْ وَلَهُمْ وَإِنْ أَسَاؤُوْا فَلَكُمْ وَعَلَيْهِمْ .

Ketika Rasulullah SAW. menuturkan para pemimpin yang menyimpang, dan ada di antara sahabat yang bertanya : “Tidakkah kita melawan mereka, wahai Rasulullah ?” Rasul pun menjawab: “Jangan, selama mereka masih memberikan ruang tegaknya shalat.” Selanjutnya beliau bersabda : “Kalau kalian memperlakukan baik, maka itu akan menguntungkan kalian dan mereka, tetapi kalau kalian memperlakukan buruk, maka itu akan menguntungkan kalian dan merugikan mereka”

Dan, jika sumbangsih pikiran dan saran juga tak mampu kita lakukan, maka persembahkan doa bagi mereka para pemimpin, agar dapat membawa bangsa ini menuju ke arah yang lebih baik.  Al-Fudlail bin Iyadl, salah seorang ulama’ sufi, pernah berkata : “Andai aku memiliki doa yang mustajab, maka tidak akan kupersembahkan kecuali buat penguasa, karena jika Allah menjadikannya baik, maka rakyat dan negerinya akan aman sentosa”.

Semoga Indonesia masa depan menemukan pemimpin yang tepat untuk membawa negeri ini menjauh dari jurang kehancuran. Amiin..

  1. purwatiwidiastuti
    • 1 Februari 2012 pukul 10:23

      Terima kasih kunjungannya…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: