Beranda > Ngaji, Tabligh > Ramadan, Momentum Pencerahan Para Pemimpin

Ramadan, Momentum Pencerahan Para Pemimpin

Ramadan bulan penuh berkah sebentar lagi akan tiba. Semoga puasa, tarawih, tadarrus dan amalan ibadah lain yang akan kita lakukan selama bulan suci nanti dilipatgandakan pahalanya, serta berbuah takwa sebagai identitas kepribadian kita kaum muslimin. Kegencaran kita dalam melakukan ritual keagamaan, hendaknya diiringi pula dengan fungsi lanjutan dari sekedar amalan lahir.
Puasa, sebagaimana kita jalani dengan menahan makan, minum dan hubungan seksual, semestinya juga diiringi oleh kearifan sikap menahan hawa nafsu dari perbuatan tercela. Tarawih dan shalat lainnya, sebagaimana kita lakukan sebagai bentuk komunikasi transenden terhadap Sang Pencipta, hendaknya pula berpengaruh terhadap kualitas interaksi horisontal terhadap sesama makhluk ciptaan-Nya. Tadarrus, sebagaimana kita tekuni sebagai bentuk pembacaan ayat-ayat Tuhan yang tertuang dalam mushaf Al-Qur’an, seharusnya pula membias pada pembacaan ayat-ayat Tuhan di alam semesta, serta perenungan mendalam akan isi pesan di dalamnya.
Bulan Ramadan adalah bulan istimewa, anugerah terindah Tuhan Pencipta kepada para hamba-Nya. Dia membuka kesempatan lebar-lebar bagi para hamba untuk berharap dan mengajukan permohonannya. Ramadan adalah momentum pengharapan, karena doa di bulan suci ini mustajab, besar kemungkinan akan terkabulkan.

Maka marilah kita berharap hal-hal baik yang selalu kita idam-idamkan. Marilah kita berharap agar masalah kompleks yang mendera keluarga besar bangsa Indonesia segera sirna. Marilah kita berharap kiranya segenap elemen bangsa bersatu padu membangun negeri ini menuju kejayaan dan kemakmuran, bukan malah bersitegang dan saling sikut demi kepentingan sempit pribadi dan golongannya sendiri.

Marilah kita berharap kiranya para tokoh dan pemimpin bangsa diberikan kekuatan batin dalam mengemban amanah dengan sebaik-baiknya. Marilah kita berharap agar segenap rakyat diberikan iman dan kesabaran dalam menghadapi masa-masa sulit, sehingga yang muncul bukanlah respon amarah, ataupun umpatan pada para penguasa, akan tetapi justru saran membangun, atau minimal doa dan harapan baik. Al-Fudlail bin Iyadl, salah seorang ulama’ sufi, pernah berkata : “Andai aku memiliki doa yang mustajab, maka tidak akan kupersembahkan kecuali buat penguasa, karena jika Allah menjadikannya baik, maka rakyat dan negerinya akan aman sentosa”.
Benar memang, seorang pemimpin memiliki peranan berarti dalam mewarnai corak komunitas yang dipimpinnya. Sebuah komunitas akan baik jika dipimpin oleh seorang yang baik, begitu pula sebaliknya. Karenanya, momentum Ramadan ini hendaklah benar-benar menjadi wahana perenungan kita untuk memilih pemimpin yang baik. Apalagi saat-saat ini kita dihadapkan pada agenda pemilihan pemimpin, mulai dari level daerah hingga nasional.

Dan, ketika pemilihan pemimpin dilakukan secara langsung lewat suara terbanyak rakyat, maka marilah kita berharap dan berdoa, semoga rakyat sebagai penentu pilihan diberikan hati jernih dalam menjatuhkan pilihannya. Bukan semata faktor kedekatan dan pertemanan, bukan karena faktor suka dan tidak suka, apalagi karena faktor uang dan janji-janji manis yang berlebihan.
Marilah kita berharap dan berdoa, semoga pemimpin kita benar-benar merupakan figur yang tepat, dan akan memberikan kemasalahatan bagi rakyat yang dipimpinnya. Figur pemimpin yang memiliki kualifikasi mendasar ketakwaan kepada Allah SWT., dan akan senantiasa mendasarkan segala tindakan dan kebijakannya atas nilai-nilai moral. Figur pemimpin yang memiliki kualifikasi pengetahuan tentang tugas dan kewajibannya. Figur pemimpin yang layak menjadi sosok teladan umat, penganjur kebajikan dan pemberantas kemungkaran. Figur yang benar-benar menjadi naungan Allah di muka bumi-Nya, yang ke sanalah orang-orang teraniaya berlindung.

Kita berharap dan berdoa, semoga para pemimpin kita dikitari oleh para pembantu yang baik. Profesional dan ahli di masing-masing bidangnya, memiliki loyalitas dan komitmen untuk bekerja dan mengabdi pada rakyat. Bukan pembantu dan orang dekat yang bermental penjilat, bermuka-muka dan memanfaatkan situasi untuk kepentingan sempit pribadi dan kelompoknya. Karena, faktor keberhasilan seorang pemimpin banyak ditentukan oleh para pembantunya. Rasulullah bersabda, “Jika Allah menghendaki kebaikan pada seorang penguasa, maka Dia akan menjadikan untuknya para pembantu yang saleh. Jika dia lupa, maka pembantunya akan mengingatkan, jika ingat (akan tugasnya) maka sang pembantu akan mendukung dan menyokongnya”.

Semoga saja, berkah Ramadan kali ini benar-benar bisa memberikan bias. Semoga pemimpin kita menjadi orang-orang yang memiliki daya kepekaan sosial yang tinggi. Rasa lapar dan dahaga selama sebulan berpuasa, semoga menjadikan mereka peka akan kondisi susah rakyatnya. Ramadan, kiranya juga menjadi momentum penting bagi para pemimpin untuk me-refresh kembali hati, pikiran dan jiwa spritual, melalui kunjungan kepada para ulama’ dalam rangka menghadiri majelis-majelis taklim. Karena, para penguasa amat rentan terhadap rasa lalai akan kewajiban dan tugas, baik secara personal maupun dalam kapasitasnya sebagai pemegang urusan umat. Dahulu, para khalifah, tatkala merasakan pada dirinya terdapat sifat ujub, amarah, bingung, atau keras hati, mereka memohon pada para ulama’ untuk memberikan nasihat dan masukan.

Dikisahkan, bahwa Abu Ja’far Al-Manshur, salah seorang khalifah Bani Abbasiyah, pernah meminta nasihat kepada Sufyan Ats-Tsauri. Beliau lalu menasihati, “Wahai Amirul Mukminin, bagaimana menurutmu, jika engkau sakit dan tidak dapat buang air kecil, engkau rela menyembuhkannya dengan tebusan seluruh kekayaan kerajaanmu ?” Sang Khalifah menjawab, “Aku akan menebusnya dengan seluruh kekayaan kerajaanku”. Sufyan menimpali, “Lalu, apa yang kau banggakan dengan sesuatu yang hanya senilai dengan air kencing?”
Demikianlah, kita berharap semoga berkah Ramadan membias pada segenap komponen umat, terutama para pemimpinnya. Semoga Ramadan benar-benar menjadi momentum pencerahan bagi mereka. Amiin.

Kategori:Ngaji, Tabligh Tag:,
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: