Arsip

Posts Tagged ‘kesehatan’

Berobat dengan Benda Najis atau Haram

10 Januari 2012 Tinggalkan Komentar

Islam menaruh perhatian cukup besar dalam hal pemeliharaan kesehatan. Sekian keringanan disyari’atkan untuk menjaga kesehatan. Bagi orang yang bepergian jauh, diperbolehkan tidak berpuasa Ramadan, karena kondisi bepergian akan menguras energi fisik, sementara dengan berpuasa, asupan energi terbatasi. Bagi orang sakit, yang dalam kondisi lemah fisiknya, boleh tidak berpuasa, agar penyakitnya tidak semakin parah. Dan sekian banyak contoh partikular lainnya. Termasuk juga berobat bagi orang yang sakit.

Secara umum, upaya pengobatan adalah legal secara syari’at, sebagaimana menjadi ijma’ para ulama’. Kalangan Syafi’iyyah menyatakan bahwa berobat hukumnya sunnah, berdasarkan sekian banyak hadis yang menganjurkannya. Meski demikian, seandainya seseorang yang sakit, tidak melakukan pengobatan dengan motif tawakkal, maka hal inipun masih dianggap sebagai sebuah keutamaan. Jika seseorang yang sakit tidak berobat, hingga pada akhirnya meninggal dunia, maka dia tidak dinyatakan berdosa akibat keengganannya. Beda halnya dengan seseorang dalam kondisi amat lapar, yang seandainya dia tidak makan, maka akan mati, tetapi dia enggan makan, dan pada akhirnya meninggal dunia, maka orang ini dinyatakan berdosa. Hal ini karena peranan makanan hampir bisa dipastikan sebagai penyambung hidup. Lain halnya peranan obat bagi orang yang sakit, keberadaannya belum bisa dipastikan menjadi penyebab kesembuhan dan keberlangsungan hidup. Korelasi berobat dengan kesembuhan masih dalam taraf dhann (dugaan, asumsi).

Read more…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.