Arsip

Archive for the ‘Tabligh’ Category

KOREKSI DIRI

Dalam setiap masa, koreksi diri harus senantiasa kita lakukan. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Begitu pula, esok harus lebih baik dari hari ini. Jika hari ini tidak ada peningkatan atau sama seperti hari kemarin, maka kerugianlah yang kita dapati. Apalagi jika hari ini lebih buruk dari hari kemarin, laknatlah yang akan kita terima. Al-Baihaqi meriwayatkan, bahwa Abdul Aziz bin Abi Rawwad dipetuahi oleh Rasulullah SAW. dalam mimpi:

مَنْ اسْتَوَى يَوْمَاهُ فَهُوَ مَغْبُونٌ وَمَنْ كَانَ أَمْسُهُ خَيْرًا مِنْ يَوْمِهِ فَهُوَ مَلْعُونٌ وَمَنْ لَمْ يَكُنْ عَلَى الزِّيَادَةِ فَهُوَ فِي النُّقْصَانِ فَالْمَوْتُ خَيْرٌ لَهُ وَمَنِ اشْتَاقَ إِلَى الْجَنَّةِ سَارَعَ إِلَى الْخَيْرَاتِ (رواه البيهقي)

Barangsiapa dua harinya (hari ini dan hari kemarin) sama, berarti dia telah merugi. Barangsiapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, berarti dia terlaknati. Barangsiapa yang tidak mendapatkan tambahan, maka dia mengalami kekurangan, dan mati baginya adalah lebih baik. Barangsiapa rindu akan surga, pastilah bersegera menuju kebajikan. Read more…

Tiga Hikmah dalam Momentum Maulid Nabi SAW

2 Februari 2012 Tinggalkan Komentar

Adalah nikmat yang agung bagi manusia, bahkan alam semesta, pada bulan Rabi’ul Awal, 14 abad silam, terlahir seorang anak manusia yang kelak akan membawa pengaruh besar bagi peradaban dunia. Seorang bayi dari bangsa Arab yang oleh kakeknya diberi nama Muhammad, terpuji di bumi, tersanjung di langit. Muhammad SAW. diutus Allah untuk menyempurnakan perilaku mulia manusia. Tatkala manusia sebagai makhluk beradab berada di ambang kehancuran. Sungguh, kelahiran dan terutusnya beliau adalah rahmat bagi alam semesta. Allah berfirman : Read more…

Categories: Ngaji, Tabligh Kaitkata:, , ,

Menyikapi Pemimpin yang Lalim

1 Februari 2012 2 komentar

Kepemimpinan adalah suatu keniscayaan. Sebuah komunitas masyarakat tanpa pemimpin, hampir dipastikan akan terjadi kekacauan. Di saat-saat ini kita amat merindukan kehadiran seorang pemimpin yang mampu melindungi, mengayomi, mengatur, menyejahterakan dan melayani terhadap orang-orang yang dipimpinnya. Pemimpin adalah naungan Allah, dan ke sanalah orang-orang teraniaya berlindung.

Rasulullah SAW. bersabda:

السُّلْطَانُ ظِلُّ اللهِ فِيْ أَرْضِهِ يَأْوِيْ إِلَيْهِ الْمَظْلُوْمُوْنَ

Pemimpin adalah naungan Allah yang ada di bumi-Nya, kepadanya orang-orang teraniaya berlindung.

Dan, hari-hari pemimpin yang adil lebih baik dari 60 tahun melakukan amalan ibadah. Rasulullah SAW. bersabda : Read more…

Umar bin Khathab yang Tegas pun Lembut pada Isterinya

26 Januari 2012 Tinggalkan Komentar

Kisah ini ditulis dalam kitab Uqudullujain,

Diriwayatkan, bahwa ada seorang lelaki mendatangi Umar bin Khaththab radliyallahu anhu, untuk mengadukan tentang perangai buruk isterinya. Ia menunggu Umar di depan pintu rumah. Kebetulan lelaki itu mendengar isteri Umar sedang memarahinya, sementara Umar diam saja tak menanggapinya. Lalu orang itu pulang dan dan berkata (dalam hati): “Jika keadaan Amir al-Mukminin seperti ini, lalu bagaimana dengan saya ?.”
Tak lama kemudian Umar keluar dan melihatnya berpaling. Lalu Umar memanggilnya: ” Apa keperluanmu ?”
Lelaki itu menjawab: “Wahai Amir al-Mukminin, sebenarnya saya datang untuk mengadukan perangai dan perbuatan isteri saya kepada saya, namun saya mendengar hal yang sama terjadi pada isteri tuan, akhirnya saya beranjak pulang dan berkata (dalam hati): “Jika keadaan Amir al-Mukminin seperti ini, lalu bagaimana dengan saya ?”.
Read more…

Persaudaraan, Buah Akhlaq Mulia

26 Januari 2012 Tinggalkan Komentar

persaudaraan

Satu diantara buah dari akhlaq yang baik adalah rasa persaudaraan, kecintaan dan sepenanggungan. Sebagaimana buah dari akhlaq yang tercela adalah kemunafikan, kebencian, serta iri dan dengki. Persaudaraan yang dibangun dari pondasi kemuliaan akhlaq dan ketakwaan bukanlah sekedar etika basa-basi, atau respon balik dari sikap yang sama. Melainkan persaudaraan yang muncul dari lubuk hati dan merupakan ekspresi keimanan. Dalam sebuah hadis diungkapkan:

 

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : يَا أَبَا هُرَيْرَةَ عَلَيْكَ بِحُسْنِ الْخُلُقِ , قَالَ أَبُوْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ : وَمَا حُسْنُ الْخُلُقِ يَا رَسُوْلَ اللهِ ؟ قَالَ : تَصِلُ مَنْ قَطَعَكَ وَتَعْفُوْ عَمَّنْ ظَلَمَكَ وَتُعْطِي مَنْ حَرَمَكَ (رواه البيهقي)

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda : “Wahai Abu Hurairah, berbudi pekerti lah yang baik !”, Abu Hurairah radliyallahu anhu bertanya, “Apakah budi pekerti yang baik itu, wahai Rasulullah ?”, Rasul menjawab, “Yaitu engkau menyambung hubungan orang yang memutuskanmu, engkau memaafkan orang yang menganiayamu, dan engkau member terhadap orang yang menghalangimu” (HR. Baihaqi)

Read more…

Categories: Ngaji, Tabligh Kaitkata:, ,

Tali itu, Mari Berpegangan padanya…

3 Agustus 2011 Tinggalkan Komentar

Sejarah mencatat, betapa saat Islam datang, ajarannya mampu menyatukan suku-suku di jazirah Arab, yang sebelumnya seringkali berseteru dan suka berperang. Kedatangan Islam menyatukan mereka dalam ikatan persaudaraan luhur seakidah dan sekeyakinan. Read more…

Categories: Ngaji, Tabligh Kaitkata:,
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.