Umar bin Khathab yang Tegas pun Lembut pada Isterinya
Kisah ini ditulis dalam kitab Uqudullujain,
Diriwayatkan, bahwa ada seorang lelaki mendatangi Umar bin Khaththab radliyallahu anhu, untuk mengadukan tentang perangai buruk isterinya. Ia menunggu Umar di depan pintu rumah. Kebetulan lelaki itu mendengar isteri Umar sedang memarahinya, sementara Umar diam saja tak menanggapinya. Lalu orang itu pulang dan dan berkata (dalam hati): “Jika keadaan Amir al-Mukminin seperti ini, lalu bagaimana dengan saya ?.”
Tak lama kemudian Umar keluar dan melihatnya berpaling. Lalu Umar memanggilnya: ” Apa keperluanmu ?”
Lelaki itu menjawab: “Wahai Amir al-Mukminin, sebenarnya saya datang untuk mengadukan perangai dan perbuatan isteri saya kepada saya, namun saya mendengar hal yang sama terjadi pada isteri tuan, akhirnya saya beranjak pulang dan berkata (dalam hati): “Jika keadaan Amir al-Mukminin seperti ini, lalu bagaimana dengan saya ?”.
Read more…
Tantangan Aswaja di Tengah Arus Perubahan
Beberapa tahun terakhir, khususnya sejak menjelang kelahiran era reformasi, bangsa Indonesia mengalami krisis multidimensional. Bermula dari krisis moneter yang berlanjut pada krisis ekonomi secara global, krisis politik, krisis sosial, krisis keamanan, hingga yang paling kita khawatirkan adalah krisis moral dan akidah. Arus informasi, melalui media elektronik dan cetak, dan internet seolah diposisikan sebagai guru yang harus digugu dan ditiru. Sadar atau tidak, faktanya, budaya Barat telah menjajah kita. Konsep kapitalisme dan liberalisme ala Barat sedikit demi sedikit merambah pada masyarakat kita. Benarkah ini sebagian dari tanda Kiamat sudah dekat ? Yang jelas, Rasulullah SAW. pernah bersabda: Read more…
AL-GHAZALI DALAM PENCARIAN KEBENARAN
Kawasan Iraq sebagai pusat pemerintahan kekuasaan Islam pada zaman pertengahan, merupakan muara pertemuan beraneka ragam budaya, peradaban dan agama. Tak kurang, kultur bangsa Persia, India, Suryani, serta penganut Yahudi dan Nasrani, ditambah dengan tradisi pemikiran rasional bangsa Yunani, berasimilasi dengan budaya Islam berbasis semenanjung Arab. Latar belakang sosial dan budaya yang heterogen ini memunculkan iklim keilmuan yang berkembang pesat. Kemajuan ilmu pengetahuan yang bukan saja terkonsentrasi pada keilmuan syari’at, tetapi juga merambah pada bidang sains dan teknologi, diklaim sebagai masa keemasan dan kejayaan Islam. Di satu sisi, situasi semacam ini mendorong terjadinya lompatan-lompatan pemikiran hingga melampaui batas doktrin konvensional ajaran Islam. Read more…
KOREKSI DIRI
Dalam setiap masa, koreksi diri harus senantiasa kita lakukan. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Begitu pula, esok harus lebih baik dari hari ini. Jika hari ini tidak ada peningkatan atau sama seperti hari kemarin, maka kerugianlah yang kita dapati. Apalagi jika hari ini lebih buruk dari hari kemarin, laknatlah yang akan kita terima. Al-Baihaqi meriwayatkan, bahwa Abdul Aziz bin Abi Rawwad dipetuahi oleh Rasulullah SAW. dalam mimpi:
مَنْ اسْتَوَى يَوْمَاهُ فَهُوَ مَغْبُونٌ وَمَنْ كَانَ أَمْسُهُ خَيْرًا مِنْ يَوْمِهِ فَهُوَ مَلْعُونٌ وَمَنْ لَمْ يَكُنْ عَلَى الزِّيَادَةِ فَهُوَ فِي النُّقْصَانِ فَالْمَوْتُ خَيْرٌ لَهُ وَمَنِ اشْتَاقَ إِلَى الْجَنَّةِ سَارَعَ إِلَى الْخَيْرَاتِ (رواه البيهقي)
Barangsiapa dua harinya (hari ini dan hari kemarin) sama, berarti dia telah merugi. Barangsiapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, berarti dia terlaknati. Barangsiapa yang tidak mendapatkan tambahan, maka dia mengalami kekurangan, dan mati baginya adalah lebih baik. Barangsiapa rindu akan surga, pastilah bersegera menuju kebajikan. Read more…
Aktifitas dan Aktivitas
Bentuk aktifitas dan aktivitas tidak akan tampak perbedaannya bila dilafalkan. Namun, bila kedua bentuk tersebut terdapat dalam tulisan, kita akan dapat melihat perbedaannya.
Bentuk aktifitas ditulis dengan menggunakan huruf “ f ”, sedangkan aktivitas menggunakan huruf “ v ”. Sebagai penutur bahasa yang cermat, tentu saja kita akan bertanya manakah di antara kedua bentuk tersebut yang benar. Untuk menjawab pertanyaan itu, kita harus mengingat kembali kaidah tentang penyerapan kata asing. Read more…
Tiga Hikmah dalam Momentum Maulid Nabi SAW
Adalah nikmat yang agung bagi manusia, bahkan alam semesta, pada bulan Rabi’ul Awal, 14 abad silam, terlahir seorang anak manusia yang kelak akan membawa pengaruh besar bagi peradaban dunia. Seorang bayi dari bangsa Arab yang oleh kakeknya diberi nama Muhammad, terpuji di bumi, tersanjung di langit. Muhammad SAW. diutus Allah untuk menyempurnakan perilaku mulia manusia. Tatkala manusia sebagai makhluk beradab berada di ambang kehancuran. Sungguh, kelahiran dan terutusnya beliau adalah rahmat bagi alam semesta. Allah berfirman : Read more…
Menyikapi Pemimpin yang Lalim
Kepemimpinan adalah suatu keniscayaan. Sebuah komunitas masyarakat tanpa pemimpin, hampir dipastikan akan terjadi kekacauan. Di saat-saat ini kita amat merindukan kehadiran seorang pemimpin yang mampu melindungi, mengayomi, mengatur, menyejahterakan dan melayani terhadap orang-orang yang dipimpinnya. Pemimpin adalah naungan Allah, dan ke sanalah orang-orang teraniaya berlindung.
Rasulullah SAW. bersabda:
السُّلْطَانُ ظِلُّ اللهِ فِيْ أَرْضِهِ يَأْوِيْ إِلَيْهِ الْمَظْلُوْمُوْنَ
Pemimpin adalah naungan Allah yang ada di bumi-Nya, kepadanya orang-orang teraniaya berlindung.
Dan, hari-hari pemimpin yang adil lebih baik dari 60 tahun melakukan amalan ibadah. Rasulullah SAW. bersabda : Read more…

